Rabu, 19 Desember 2012

Mengubah Foto menjadi Puzzle

Pertama, siapin fotonya..boleh foto apa aja...
Oiya, pertama2 saya mohon maaf kalo foto yang saya pake kurang "gede". Pengen ngganti tapi males cuy..
Rumah ane (ngimpi)
Trus...bagi yang belum punya polanya, silakan klik dan sedot gambarnya
pattern
Nah, sudah siap tempur kan?...sekarang buka Photoshopnya...

1. Buka gambar, klik kanan pada layer, pilih "layer from background". Sekarang layer kita sudah tidak terkunci lagi, jadi saatnya bikin background. Tekan CTRL+Shift+N untuk membuat layer baru, isi dengan warna putih dan drag ke posisi paling bawah. Hasilnya kira2 seperti ini.


2. Buka pola puzzle, drag ke atas layer kita, beri nama "pattern" biar mudah mengenalinya kemudian sesuaikan posisinya ya..! Kalau dirasa sudah pas, kita pakai "magic wand" untuk menyeleksi. Buang bagian putihnya dengan cara meng-klik kotak demi kotak...


3. Jika semua bagian berwarna putih sudah diseleksi, tekan "Delete". Hasilnya, bagian berwarna putih hilang. Sekarang tekan CTRL sambil meng-klik layer "patter"... Kita pun mendapatkan seleksi seperti ini:


4. Aktifkan layer berisi gambar kita, tekan "delete". Kemudian kita buat layer "pattern" menjadi invisible dengan mengklik ikon mata di sebelah kirinya. Hasilnya dapat kita lihat:


5. Yup..sudah kelihatan puzzlenya kan...Untuk membuatnya menjadi lebih realistis, kita harus memberi efek 3D ke dalamnya. Klik kanan pada layer dan pilih "blending options". Klik "bevel and emboss" dan "contour", atur sesuai selera Anda.


6. Sekarang kita kasih bayangan, klik "drop shadow"...sesuaikan dengan kemauan Anda..


7. Langkah 7 ini ada beberapa tahap, pertama tekan CTRL sambil mengklik layer "pattern" kita, kedua pakai "magic wand" dan pilih kepingan puzzle sesuka kita. Langkah ketiga, aktifkan layer gambar dan langkah terakhir klik kanan, pilih "layer via cut"...


8. Nah, sekarang kepingan puzzle yang kita klik sudah menjadi layer tersendiri..geser2 aja ya...Ulangi lagi langkah ke-7 untuk memisahkan kepingan puzzle berikutnya...


9. Selesai deh, oiya...ada satu keping yang saya warnai putih..ceritanya sih, kepingan puzzle ini terpisah dan kebalik.

Luamayan kaaan?
Agar hasilnya lebih bagus, gunakan gambar dengan resolusi tinggi ya..jangan seperti saya...
Selamat Belajar..!
XOXO, Sobakatsu


Selasa, 20 November 2012

Cowok dan Rok

Semua sepakat kalo rok itu buat cewek..Tapi tahu nggak sih, ada beberapa budaya di berbagai belahan dunia dimana rok digunakan sebagai pakaian formal untuk cowok. Pemakainya nggak maho loh, itu sudah lumrah di negara mereka...Yuk kita lihat seperti apa!

1) Skotlandia dan Celtic (Kilt)

Tak dinyana kilt merupakan rok-cowok paling terkenal di dunia. Motif kotak-kotaknya sering di adaptasi sebagai seragam sekolah. Kilt juga sering diusung ke pentas fashion oleh para perangcang ternama.

Bergaya dengan Kilt
Laki-laki Skotlandia bergaya dengan Kilt dan Bagpipe (alat musik Skotlandia)

2) Yunani dan Negara-negara Balkan (Foustanella/Fustanella)

Yunani dan beberapa negara Balkan seperti Albania dan Montenegro juga memiliki pakaian tradisional laki-laki berbentuk rok bernama Foustanella/Fustanella. Foustanella panjangnya selutut, sama seperti kilt tetapi lebih lebar. Yah, paling tidak lebih bebas untuk bergerak.

Fustanella-boys
Tentara Yunani sedang berjaga

3) Hungaria
"Rok" Laki-laki di Hungaria lebih mirip Fustanella, namun sedikit lebih panjang.

Kesatria Hungaria
Menarikan tarian tradisional

4) Suku Tsachilla di Ekuador
Orang-orang Tsachilla dikategorikan sebagai suku Indian. Kain tradisional mereka khas, bermotif horisontal dengan warna terang, dipakai dengan cara dililitkan di pinggang baik untuk perempuan laki-laki sehingga mirip rok.

Kain Tsachilla, gaya pemakaiannya sedikit mirip bangsa Mesir Kuno ya..

5) Fiji (Sula)

Sula yang dipakai laki-laki Fiji di Pasifik sana memang unik, tepi bawahnya bergerigi.

Tentara Penjaga di Fiji


6) Indonesia 

Nggak usah jauh-jauh, di Indonesia sendiri juga ada beberapa daerah dengan pakaian adat laki-laki serupa dengan rok. Mungkin karena saking lumrahnya kita tidak menyadari. Lihat saja pakaian adat di Jawa, sebagian suku Dayak hingga Nusa Tenggara...Do you see any difference with traditional girl's wear? (Sebenernya sarung juga hampir mirip rok)

Orang Jogja

Sarung Bali

Ternyata, rok perempuan modern banyak yang terinspirasi dari pakaian-pakaian di atas kan...

C U

Jumat, 05 Oktober 2012

Dorama Review : Marumo no Okite


It's my first time in giving a drama review.
I spend my time watching Japanese drama lately. Why do I do it? I don't know...Sometimes life can be boring, or I need more life lesson that I haven't gotten yet. So, this typical slice-of-life drama suits me best since Japan produces this kind of drama a lot. Indonesia did it too,..Do you remember "Keluarga Cemara" and "Si Doel Anak Sekolahan"? Sadly nowadays there's nothing like those in our local TV. Our TV series is all about nonsense teenager love story, revenge and evilness with cheesy scenario...I'm done with this.

Ok, So "Marumo no Okite" literally means "Marumo's rules". The drama tells about Mamoru Takagi..a 30-something year old single man who works as a Customer Service at a stationery maker company. He suddenly find out that his best friend (a man named Sasakura) passed away and left his twin daughter and son (the kids are sooo amazingly cute). The twins sadly have to live separated, the boy (Tomoki) has to live with Sasakura's brother and the girl (Kaoru) is with Sasakura's sister. Mamoru doesn't want it that way because Sasakura told him before that the twins had been always together since they were born. In order to grant Sasakura's wish, Mamoru lets the twins live with him and takes care of them as if they are his own kids.
Here the story begins. The twins start calling him “Marumo” (they got his name wrong, so instead of “Mamoru”, they call him “Marumo”). The three of them, along with a lost dog that's miraculously able to talk named Mook begin to live in a small room as a family., their life’s filled with love, joy, pain, friendship, and many wonderful moments. You’d laugh, cry and then laugh again when watching this drama.

So, sorry for everyone who hasn’t watched it yet. What I wrote below may contain spoilers.

Main Characters


Mamoru Takagi (Sadao Abe)

Let me introduce our Marumo
A typical Japanese Salaryman who's taking care of the adorable twins. A kindhearted, clumsy, a little bit short tempered and sometimes selfish single man. His life's lack of romance but he secretly adores his tall and goodlooking coworker. He lives in a 2nd floor room of a kind restaurant owner named Yosuke Hatanaka. Sadao Abe played this role amazingly. He had what we call superb acting talent. I saw him before as an eccentric anaesthetist in "Team Medical Dragon".  I think he could handle both roles perfectly.

Kaoru Sasakura (Mana Ashida)




Arrrgh...I don't know what I get to say about this cute little girl.  I must admit that Kaoru (Mana Ashida) is heart of the drama. She's incredibly mature for children her age, rebellious, sensitive and protective over his twin little brother. We can say Mana Ashida is the most popular child actress in Japan. She had starred in many high rating dramas and even would have her first solo concert.

Tomoki Sasakura (Fuku Suzuki)


Here we have Tomoki, the younger twin...He hooked me up with his innocent, spoiled and dependant character. Fuku Suzuki, one of Japan's future actor played this role pretty well. By the way..May I pinch his chubby cheeks?

Yosuke Hatanaka ( Sera Masanori)



 He's the owner of the 2nd floor small room that Mamoru rented. Though he looks like a yakuza, he has a very gentle heart. The twins call him "oyaji" (which literally means "father"). He keeps arguing with Aya-chan, his only daughter though he loves her so much. He also loves to learn from Marumo and the twins the meaning of being family.

Aya Hatanaka (Manami Higa)


Aya-chan is the only daughter of  Yosuke Hatanaka. She just got divorced and decided to help in his father restaurant. She's good at making delicious and cute bento. She cares a lot about the twins and I can tell she slowly falls for Mamoru.

Besides the five main characters above, You will find other lovable supporting roles such as Mamoru's  coworkers, the twins' mother who once abandoned them and the twins' cute classmates. No pure antagonist here, but you can still get hooked by this drama.

Why do I love this Drama:
  • Great casts and great acting. No Idol here, but this drama is still enjoyable to watch.
  • Neither devil like nor angel like character is here. Everyone is just human with the flaws.
  • So many heartwarming scenes 
  • The twins...Nobody would ever hate them
  • Great soundtracks,esp "Maru Maru Mori Mori". I'm sure it will get stuck in your head once you listen to it. I love how everyone in the drama dance together in the end of each episode.
  • Great direction, plot and scenario ( I still consider Japan's drama scenario is the best among Asian dramas ).
  • I'm thrilled to see how passionate people in the drama work and coworkers are just like family, supporting each other.
  • Mook the dog. You may think it's strange to add a talking dog in the drama...but sure it works. 
  • Little spark between Mamoru and Aya-chan in the last episode. I heard they got closer in the SP (this drama got an SP, I should watch it)
  • The food Aya-chan made.
  • The twins' outfits. Everything they wear just makes them look cuter.
  • I'm gonna stop this. I love almost everything about this drama.

The Things I hate:
  • The drama is too short (Actually all Japanese dramas are). I do miss all the characters (esp. the twins) after it ended.
  • I think Mana Ashida looks more natural in acting when she cries in silence. Crying out loud suits Fuku Suzuki better.
  • I'm not sure about this, but sometimes I saw Fuku Suzuki looked at the camera.

For the bonus, I'll give you some screencaps:

The twins'  birthday


Such a heartwarming drama
What cute faces
With Mook, the talking dog
Aya Chan to Oyaji

Aaaarrrghh..


Having fun while mopping the floor
Let's follow Marumo!
Sano, Nakatsu and Ashiya from "Hana Kimi Remake" are eating in Oyaji's restaurant..LOL

Marumo at work
Bye Bye!

Kamis, 04 Oktober 2012

Harajuku Fashion

It's been a long time, huh!
I do miss this place and actually wanna write everything down...but when I came up with a quite brilliant idea, I didn't know... I didn't feel like writing..(I was to blame and no execuse for this)

Oke, sudah cukup basa-basinya. Sebelum berpanjang lebar, saya mau nanya...Apa yang terlintas pertama kali saat mendengar kata "Jepang"?
Yak, jawabannya pasti sangat beragam tergantung selera masing-masing. Kemungkinan jawabannya seputar ninja, samurai, anime, honda, dll...masih panjang listnya. Tentu saja tidak hendak membahas semua hal tersebut, teman. Di postingan ini saya mau fokus ke fashion-nya.
Yupp...It's Harajuku.

Hah? Harajuku yang aneh itu?
Kalo mau dibilang aneh sih, memang aneh...unik tepatnya. Tapi tahukah kalian kalau harajuku itu banyak sub atau jenisnya? dari style yang bikin orang menganggap kita sinting sampai stye yang cool bak artis Kpop. Oiya, meskipun fashion Asia dipandang sebelah mata oleh orang barat, bukan jaminan penggemarnya nggak banyak lho.So, let's find this out together!

Jadi, Harajuku itu nama area di sekitar Stasiun Harajuku yang terletak antara Shinjuku dan Shibuya, di kawasan kota Tokyo, Jepang. Tiap Minggu, para remaja di sana ngumpul dan bersosialisai..lengkap dengan style harajuku mereka. Kalo dibayangin pasti aneh kan, mirip karnaval. Tapi berhubung itu udah tradisi di sana, jadinya yah seru-seru aja..justru itu menjadi daya tarik wisatawan. Nggak heran ada beberapa brand internasional yang mengusung gaya Harajuku pada hasil rancangan mereka.
Ini dia nih jenis-jenisnya:

  1. Gothic Lolita

Gothic Lolita in Anime

Gothic Lolita for girls
 
Gothic Lolita style for men
Gothic Lolita atau Goth Loli adalah style perpaduan gaya boneka porselen Victoria dan Gothic. Ciri khususnya : dark make up, rok lebar selututdengan ruffle, warna biasanya sekitar hitam, putih, merah, dan ungu. Gaya ini dipopulerkan oleh para personil band Visual Kei seperti Malice Mizer, Luna Sea, Plastic Tree dll.

2.  Decora & Kawaii


Decora berasal dari kata "decoration" dan Kawaii dalam bahasa Jepang berarti "cute" . Style ini menitikberatkan pada penggunaan baju berwarna terang, berlayer-layer dan aksesoris yang berlebihan.

3. Cosplay

Seperti keluar dari komik..
Gank-nya Naruto, Sasuke, Hinata, Kakashi Sensei, dll..
Ada Sesshoumaru juga..Salam buat Inuyasha ya..!

Kalau ini sih udah pada sering liat di Festival Anime atau Festival Jepang ya. Cosplay berasal dari kata "costume" dan "play". Intinya sih bergaya ala tokoh anime gitu.

4. Gyaru

Gyaru berasal dari kata "girl"..Maklum lidah orang Jepang belibet kalo ngomong bahasa Inggris. Ada yang bilang fashion gyaru diadaptasi dari penampilan cewek-cewek di LA sana. Gaya ini sering dipakai para artis Jepang maupun Korea. Sebenernya sub Gyaru fashion itu banyak..ada shirogyaru (white gyaru), kogaru (yang ini lebih dark) dan masih banyak lagi. Berhubung terbatasnya waktu dan tempat, saya kasih contoh garis besarnya saja ya..

Nah, tren Harajuku sebenernya nggak sebatas yang saya jelaskan tadi karena pada kenyataannya terdapat perpaduan antara style satu dengan yang lainnya. Jadi kalau masih penasaran, cari sendiri ya :D

XOXO

Kamis, 30 Agustus 2012

PARADOKS KAMAR MANDI RUSAK


Kos kami yang damai dihuni 9 orang, perempuan semua. Ada empat kamar mandi, jumlah yang lumayan bisa mencegah antrian mandi. Namun beberapa hari terakhir, 2 kamar mandi keran airnya mampet, yang satunya bak mandinya bocor parah. Alhasil cuma satu kamar mandi yang nyaman dipakai.

Lantas apa yang terjadi dengan penghuni kos kami? Logikanya, dengan kamar mandi 4 saja kita berangkatnya siang, apalagi hanya satu..?
Lucunya, dengan menyusutnya jumlah fasilitas kamar mandi yang ada, kita yang biasa bangun siang, sekarang justru bangun lebih pagi, termasuk saya. Kamar mandi yang bak-nya bocor kita fungsikan dengan menaruh ember besar untuk menampung airnya. Begitu bangun, kita langsung ambil nomor antrian, mandi pun lebih cepat karena mempertimbangkan harus gantian dengan teman. Kita lebih menghargai waktu, berangkat ke kantor pun jadi lebih pagi dan sekarang beta sonde tidak terlambat lagi...

Terus, maunya kamar mandinya rusak terus gitu?
Nggak lah, mau saya...mental bangun paginya yang ada terus.

Nah, renungan yang bisa diambil dari kejadian ini...fasilitas yang nyatanya dibuat demi memaksimalkan pencapaian, kadang tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Contoh gampangnya, anak kampung yang minim fasilitas kadang jauh lebih berprestasi dibanding anak kota dengan fasilitas seabreg-abreg.

Fasilitas memang dibutuhkan, namun sering juga melenakan, halah...seperti safe zone, justru membuat orang yang difasilitasi merasa terlalu nyaman, merasa menggampangkan apa yang menjadi tujuannya (Tentu saja tidak semuanya begitu), kurang tertantang dan minim kreativitas.

Kekurangan, seringkali menjadi cambuk untuk menjadikan diri lebih baik dan mendorong orang berpikir kreatif demi mencapai tujuannya.
Saya bukan tipe orang yang menolak fasilitas yang sebenarnya memang dibutuhkan, cuma keberadaannya yang berlebihan sama sekali tidak menjamin kesuksesan, justru condong pada penghamburan.

Sekian...
xoxo Sobakatsu